NAMA :
Aldi Perdana Ibrahim
NPM
: 30415465
KELAS :
4ID05
GUNUNG BERAPI
Pada tahun 2018 banyak sekali bencana alam yang
terjadi di bumi pertiwi ini dan salah satunya beberapa gunung api di Indonesia
mengeluarkan aktivitas vulkanik. Dalam penulisan ini saya akan sedikit
menjelaskan Gunung api itu sendiri dan bagaimana proses terjadinya gunung
tersebut mengeluarkan lahar dan dampak bagi ekosistem sekitar.
Awal kita memahami dulu pengertian Gunung, gunung merupakan suatu bentuk
tanah yang menonjol di atas wilayah
sekitarnya. Gunung sendiri merupakan bagian dari permukaan bumi yang menjulang
lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Sebuah gunung biasanya
lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit, tetapi ada kesamaaan, dan penggunaan sering tergantung dari
adat lokal.
Sebuah gunung biasanya terbentuk
dari gerakan tektonik
lempeng, gerakan orogenik atau gerakan epeirogenik. Gunung pada umumnya memiliki lereng yang
curam dan tajam atau bisa juga dikelilingi oleh puncak-puncak atau pegunungan.
Pada beberapa ketinggian gunung bisa memiliki dua atau lebih iklim, jenis
tumbuh- tumbuhan, dan kehidupan yang berbeda.
Sebenarnya tidak ada definisi umum untuk
gunung. Ketinggian, volume, relief, kecuraman, jarak dan
kontinuitas dapat dijadikan kriteria dalam mendefinisikan gunung. Menurut KBBI,
definisi gunung adalah "Bukit yg sangat besar dan tinggi (biasanya
tingginya lebih dari 600 m).Terdapat tiga jenis
tipe utama dari gunung. Gunung api, gunung lipatan, dan gunung patahan. Ketiga
tipe ini terbentuk dari lempeng tektonik ketika bagian dari kerak bumi
bergerak, roboh dan tenggelam. Tenaga endogen, pengangkatan isotasi dan intrusi
magma mengangkat lapisan batuan ke atas dan membentuk sebuah dataran yang lebih
tinggi dari dataran sekitar. Ketinggian dari pengangkatan ini membentuk bukit,
jika bukitnya lebih tinggi dan lebih curam maka terbentuklah gunung. Pegunungan
utama cenderung terbentuk dalam garis panjang yang menandakan batas dan aktivitas
sebuah lempeng tektonik.
Gunung
pada umunya berbentuk menonjol pada permukaan bumi. Di dalam tonjolan gunung
terdapat saluran lurus berbentuk vertikal semacam pipa alami. Pipa ini
menghubungkan antara perut bumi dengan permukaan Bumi atau kerak bumi. Perut bumi berisi bermacam- macam cairan panas, seperti
bataun cair dan juga magma. Suatu saat magma dan material yang ada di perut
bumi akan mengalami kejenuhan. Atau diakibatkan oleh getaran bumi (gempa bumi
tektonik), magma yang ada di dalam perut bumi ini akan keluar ke permukaan bumi
secara berkala. Magma ini keluar ke permukaan bumi melalui pipa alami yang
menjulang tinggi di dalam gunung. Ketika magma keluar melalui pipa alami
tersebut, maka inilah yang dinamakan gunung meletus. Sehingga seolah-olah
gunung meletus mengeluarkan berbagai material dari dalam bumi.
Gunung berapi atau
gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu
sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang
dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi,
termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.
Suatu gunung berapi merupakan bentukan alam dari pecahan yang terjadi di kerak
dari benda langit bermassa planet, seperti Bumi. Patahan tersebut mengakibatkan
lava panas, abu vulkanik dan gas bisa keluar dari dapur magma yang terdapat di
bawah permukaan bumi yang mengakibatkan Letusan atau erupsi gunung berapi dapat
menimbulkan berbagai bencana, tidak hanya di daerah dekat letusan. Bahaya dari
debu vulkanik adalah terhadap penerbangan khususnya pesawat jet karena debu
tersebut dapat merusak turbin dari mesin jet. Letusan besar dapat mempengaruhi
suhu dikarenakan asap dan butiran asam sulfat yang dimuntahkan letusan dapat
menghalangi matahari dan mendinginkan bagian bawah atmosfer bumi seperti
troposfer, namun material tersebut juga dapat menyerap panas yang dipancarkan
dari bumi sehingga memanaskan stratosfer. Dari sejarah, musim dingin vulkanik
telah mengakibatkan bencana kelaparan yang parah.
Gunung berapi terdapat
dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin
berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif
atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun
sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan
sebenarnya dari suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam
keadaan istirahat atau telah mati. Letusan gunung berapi terjadi apabila magma
naik melintasi kerak bumi dan muncul di atas permukaan. Apabila gunung berapi
meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magmar di bawah gunung berapi
meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain dari aliran lava, kehancuran
oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti berikut:
1. Aliran
lava
2. Letusan
gunung berapi
3. Aliran
lumpur
4. Abu
5. Kebakaran
hutan
6. Gas
beracun
7. Tsunami
8. Gempa
bumi
Selama masa hidupnya,
gunung berapi memiliki kondisi atau keadaan yang terus berubah dari waktu ke
waktu, terkadang masuk kondisi tidur yang mana suatu gunung berapi namun tidak
menunjukan aktivitas sama sekali selama puluhan hingga ratusan tahun. Namun di
satu kondisi gunung akan kembali aktif dan meletus dengan dahsyat seperti yang
terjadi pada gunung Sinabung, Sumatera Utara yang terakhir kali meletus pada
tahun 1600an dan pada tahun 2010 kembali aktif serta akhirnya meletus pada
tahun 2013 hingga sekarang aktivitas letusan-nya masih berlangsung. Sementara
itu untuk letusan gunung berapi merupakan suatu aktivitas vulkanik yang sering
disebut dengan istilah erupsi. Bisa dikatakan hampir semua aktivitas letusan
gunung berapi selalu berkaitan dengan zona kegempaan aktif, hal ini terjadi
akibat hubungan antar batas lempeng yang memiliki tekanan yang sangat tinggi
dan bersuhu lebih dari 1000 derajat Celcius sehingga dapat melelehkan material
bebatuan di sekitarnya dan menjadi Magma.
Magma terkumpul di
dapur magma yang terletak dibawah gunung berapi, ketika dapur magma sudah
penuh, maka magma akan terdorong keluar dari gunung berapi. Magma yang sudah
keluar ini disebut dengan Lava yang memiliki suhu 700 hingga 1200 derajat
Celcius. Ketika meletus, sebuah gunung berapi dapat melontarkan berbagai
material hingga puluhan kilometer jauhnya, tidak hanya itu, awan panas dan gas
beracun juga kerap kali menjadi ancaman serius bagi penduduk yang bertempat
tinggal tak jauh dari letusan. Letusan gunung berapi merupakan salah satu bencana alam yang banyak
menimbulkan berbagai kerusakan dengan total kerugian yang besar karena
menghancurkan areal pemukiman dan pertanian penduduk, belum lagi dampak lainnya
seperti pencemaran udara oleh gas beracum serta memicu penyebab banjir lahar
dingin yang dapat merusak infrastruktur umum. Berikut adalah penjelasan mengenai
penyebab gunung meletus :
1. Peningkatan
Kegempaan Vulkanik
Yang
ditandai dengan terjadi aktivitas yang tidak biasa pada gunung berapi, misalnya
frekuensi gempa bumi meningkat yang mana dalam sehari bisa terjadi puluhan kali
gempa tremor yang tercatat di alat Seismograf. Selain itu terjadi peningkatan
aktivitas Seismik dan kejadian vulkanis lainnya hal ini disebabkan oleh
pergerakan magma, hidrotermal yang berlangsung di dalam perut bumi.
Jika tanda tanda seperti diatas muncul dan terus
berlangsung dalam beberapa waktu yang telah ditentukan maka status gunung
berapi dapat ditingkatkan menjadi level waspada. Pada level ini harus dilakukan
penyuluhan kepada masyarakat sekitar, melakukan penilaian bahaya dan potensi
untuk naik ke level selanjutnya dan kembali mengecek sarana serta pelaksanaan
shift pemantauan yang harus terus dilakukan.
2. Suhu
Kawah Meningkat Secara Signifikan
Sebagai tanda bahwa magma telah naik dan mencapai
lapisan kawah paling bawah sehingga secara langsung akan mempengaruhi suhu
kawah secara keseluruhan. Pada gunung dengan status normal, volume magma tidak
terlalu banyak terkumpul di daerah kawah sehingga menyebabkan suhu di sekitar
normal.
Naiknya magma tersebut bisa disebabkan oleh
pergerakan tektonik pada lapisan bumi dibawah gunung seperti gerakan lempeng
sehingga meningkatkan tekanan pada dapur magma dan pada akhirnya membuat magma
terdorong ke atas hingga berada tepat dibawah kawah. Pada kondisi seperti ini,
banyak hewan hewan di sekitar gunung bermigrasi dan terlihat gelisah. Selain
itu meningkatnya suhu kawah juga membuat air tanah di sekitar gunung menjadi
kering.
3. Terjadinya
Deformasi Badan Gunung
Hal ini disebabkan oleh peningkatan gelombang magnet
dan listrik sehingga menyebabkan perubahan struktur lapisan batuan gunung yang
dapat mempengaruhi bagian dalam sepeti dapur magma yang volume-nya mengecil
atau bisa juga saluran yang menghubungkan kawah dengan dapur magma menjadi
tersumbat akibat deformasi batuan penyusun gunung.
4. Lempeng
lempeng Bumi Yang Saling Berdesakan
Hal ini menyebabkan tekanan besar menekan dan
mendorong permukaan bumi sehingga menimbulkan berbagai gejala tektonik,
vulkanik dan meningkatkan aktivitas geologi gunung. Seperti yang telah
dijelaskan sebelumnya bahwa lempeng merupakan bagian dari kerak bumi yang terus
bergerak setiap saat, dan daerah pengunungan merupakan zona dimana kedua
lempeng saling bertemu, desakan lempeng bisa juga menjadi penyebab perubahan
struktur dalam gunung berapi.
5. Akibat
Tekanan Yang Sangat Tinggi
Beberapa penyebab seperti yang dijelaskan pada point
sebelumnya mendorong cairan magma untuk bergerak ke atas masuk ke saluran kawah
dan keluar. Jika sepanjang perjalanan magma menyusuri saluran kawah terdapat
sumbatan, bisa menimbulkan ledakan yang dikenal dengan letusan gunung berapi.
Semakin besar tekanan dan volume magma-nya maka semakin kuat ledakan yang akan
terjadi.
Dari tanda-tanda diatas
kita dapat mengetahui Gunung Berapi akan meletus Berdasarkan hasil pengamatan
yang telah dilakukan sejak lama, baik oleh tenaga ahli ataupun oleh masyarakat
awam, dapat disimpulkan sebelum terjadi letusan gunung kerapkali dijumpai tanda
atau ciri ciri yang sangat spesifik yang mana tingkat keakuratan-nya cukup
tinggi. Berikut adalah tanda ciri ciri gunung api akan meletus yang sering
terjadi disekitar gunung :
1. Suhu
Disekitar Gunung Meningkat – Terutama dapat dirasakan oleh masyarakat yang
tinggal di lereng ataupun kaki gunung. Penyebabnya karena aktivitas magma
semakin meningkat sehingga berkumpul di dekat permukaan bumi, sehingga suhu
panas dari magma tersebut merambat hingga mempengaruhi lapisan tanah ada ada
diseluruh badan gunung. Kesimpulan-nya jarak antara magma dengan permukaan bumi
lebih dekat dari biasanya.
2. Mata
Air Mengering – Tanda ini sebenarnya masih berkaitan dengan point sebelumnya,
karena magma terdorong keatas sehingga jarak antara magma dan lapisan tanah
menjadi lebih dekat, akibatnya air tanah menguap dan kering, karena pada
lapisan tertentu didalam tanah suhu menjadi sangat panas sehingga mengeringkan
sumber mata air.
3. Tumbuhan
Sekitar Gunung Layu – Karena panasnya suhu didalam tanah meningkat secara
signifikan maka banyak tumbuhan layu. Efeknya lebih parah daripada layu karena
musim kemarau. Saat magma terkumpul tepat dibalik gunung, ada salah satu lokasi
yang dimana magma dapat bergerak ke atas dekat dengan lapisan tanah. Itulah
kenapa tumbuhan layu dan mati hanya terjadi pada titik tertentu saja sebelum
gunung meletus dan dapat menjadi penyebab pemanasan global dikarenakan panasnya
suhu.
4. Hewan
Liar Turun Gunung – Salah satu tanda yang sering dijumpai penduduk adalah
banyak binatang atau hewan liar yang sebelumnya jarang terlihat turun ke
pemukiman penduduk yang berada di kaki gunung. Hal ini terjadi karena hewan
merasa tidak nyaman dengan peningkatan suhu yang terjadi di dekat puncak gunung
tempat habitat asli mereka.
5. Sering
Terdengar Suara Gemuruh – Kejadian ini menandakan terjadinya peningkatan
aktivitas magma di perut gunung selain itu sebagai bukti bahwa tekanan semakin
tinggi sehingga tak jarang suara gemuruh disertai oleh keluarnya gas dan debu
vulkanik. Intesitas suara gemuruh tergantung dari status gunung saat itu, jika
sudah berstatus siaga tentu saja akan terdengar lebih sering daripada saat
berstatus waspada.
Setiap bencana alam
pasti membawa dampak tersendiri yang dirasakan oleh penduduk yang berada
disekitar bencana. Biasanya bencana alam identik dengan dampak negatif namun
sama halnya yang terjadi pada letusan gunung berapi yang justru membawa dampak
positif disamping terdapat juga efek negatifnya. Berikut ini adalah dampak
letusan gunung berapi baik yang positif maupun negatif :
1. Dampak
Positif
Saat terjadi letusan, banyak batu batu berbagai
ukuran yang dimuntahkan gunung yang mana dapat dimanfaatkan oleh masyarakat
sekitar sebagai bahan bagunan. Besarnya volume material vulkanik selama letusan
berlangsung ternyata membawa berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar karena
memiliki profesi baru yakni sebagai penambang pasir. Tanah tanah sekitar gunung
yang terkena material letusan akan semakin subur, tentu saja hal ini sangat
menguntungkan para petani dimana mereka tidak perlu mengeluarkan biaya lagi
untuk membeli pupuk.Setelah gunung meletus, biasanya muncul mata air makdani
yaitu mata air yang kaya dengan kandungan mineral.
Selain itu muncul pula sumber air panas/ geyser baru
secara bertahap dan periodik, hal ini tentu saja dapat dimanfaatkan masyarakat
untuk kesehatan kulit. Pada wilayah yang sering terjadi letusan gunung berapi
sangat potensial untuk dijadikan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang
tentu saja bernilai ekonomis.
2. Dampak
Negatif
Asap dan debu yang banyak keluar saat sebelum
ataupun sesudah letusan dapat menyebabkan ISPA bagi masyarakat yang tinggal
didekat lokasi bencana. Dengan meletusnya gunung berapi, maka otomatis segala
aktivitas penduduk menjadi lumpuh sehingga ekonomi tidak berjalan dengan
semestinya. Lava dan Lahar akan merusak semua yang dilaluinya seperti hutan,
sungai, lahan pertanian maupun pemukiman penduduk. Karena lahar merusak hutan
sekitar maka akan mempengaruhi ekosistem hayati wilayah tersebut.
Terjadinya pencemaran udara karena saat terjadi
letusan, gunung berapi mengeluarkan debu dan gas gas beracun yang mengandung
Sulfur dioksida, Hidrogen sulfida, Nitrogen dioksida.Menganggu Parawisata yang
terdapat pada titik tertentu yang mana sebelum terjadinya bencana menjadi
tujuan destinasi wisata. Dengan letusan gunung berapi, beberapa lokasi wisata
ditutup sehingga menghambat laju ekonomi.
1. Normal
:
2. Waspada
:
Status pada level kedua adalah waspada. Status ini
berarti pada gunung berapi dijumpai aktivitas gunung apapun bentuknya. Beberapa
aktivitas yang dimaksudkan antara lain terdapat kenaikan aktivitas yang
melebihi batas normal, seperti aktivitas seismik dan juga kejadian- kejadian
vulkanik (baca: gejala vulkanisme gunung berapi) lainnya. Aktivitas ini juga
termasuk aktivitas magma (baca: pengertian intrusi magma) dan tektonik (baca:
pengertian tektonik lempeng). Pada status ini maka yang harus dilakukan adalah
memberikan penyuluhan pada masyarakat.
3.
Siaga :
4. Awas
:
Status level yang tertinggi yang dimiliki oleh
gunung berapi yang akan erupsi (baca: erupsi gunung berapi) adalah level awas.
Ketika mempunyai status awas, maka gunung berapi berada pada tahap akhir dimana
gunung akan segera meletus atau sedang meletus atau mempunyai dampak tambahan
yang kemungkin menimbulkan bencana. Pada letusan pembukaan, biasanya ditandai
dengan keluarnya debu dan juga asap yang sangat banyak dan letusan akan terjadi
dalam kurun waktu 24 jam ke depan. Ketika berada di level ini maka upaya yang
harus dilakukan adalah segera mengosongkan kawasan di sekitar gunung berapi
(baca: dampak letusan gunung berapi) tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar