NAMA :
Aldi Perdana Ibrahim
NPM
: 30415465
KELAS :
4ID05
Hubungan Standar
Teknik dan Standar Manajemen dengan Teknik Industri
Standar Teknik adalah
suatu sistem dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh bahan, produk, atau layanan
yang dihasilkan suatu organisasi. Apabila gagal memenuhi satu atau lebih dari
spesifikasi atau persyaratan yang berlaku, mungkin akan disebut sebagai berada
di luar spesifikasi atau tidak sesuai syarat. Dari hakl tersebut standard
teknik dapat dikembangkan secara pribadi, sesuai dengan keadaan yang berlaku
pada lingkungan organisasi perusahaan, tandar teknik ini biasanya berdiri dalam
suatu sistem manajemen mutu. Standard teknik dikendalikan oleh instansi negara,
organisasi, asosiasi, perusahaan, dan lainnya sehingga dapat memberikan rincian
yang diperlukan tentang persyaratan khusus terhadap suatu hal yang dihasilkan
oleh suatu organisasi. DiIndonesia sendiri terdapat standar teknik yang berlaku
dengan nama Standar Nasional Indonesia (SNI). Standar Nasional Indonesia ( SNI)
adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia yang
dirumuskan oleh Komite Teknis Perumusan SNI dan ditetapkan oleh BSN. Penerapan
SNI pada dasarnya bersifat sukarela. Namun untuk keperluan melindungi kepentingan
umum, keamanan negara, perkembangan ekonomi nasional, dan pelestarian fungsi
lingkungan hidup, pemerintah dapat memberlakukan SNI tertentu secara wajib.
Selain di Indonesia negara-negara lain juga memiliki standar teknik negaranya,
antara lain :
1.
ASME (American Society of Mechanical
Engineer)
Merupakan
organisasi non profit yang bergerak di bidang standarisasi teknik khususnya
bidang teknik mesin. Organisasi ini
dikenal untuk menetapkan kode dan standar untuk perangkat mekanis. ASME
melakukan salah satu operasi terbesar di dunia penerbitan teknis melalui ASME
Press, menyelenggarakan konferensi bidang teknis dan mengadakan kursus
pengembangan profesional setiap tahun, dan mensponsori program pendidikan
khususnya bidang teknik.
2.
ANSI (American National Standards
Institute)
ANSI
memiliki kapasitas sebagai administrator dan koordinator sistem standarisasi di
USA selama lebih dari 90 tahun. Berdiri sejak tahun 1918, didirikan oleh 5
kelompok engineering dan 3 badan pemerintahan, sebagai organisasi non profit yang
didukung oleh organisasi pemerintah maupun sektor swasta. ANSI memperkenalkan
penggunaan standar internasional baik untuk sektor bisnis, kebijakan teknis secara
nasional dan internasional.
3.
TEMA (Tubular Exchanger Manufacturers
Association)
TEMA
adalah asosiasi perdagangan dari produsen terkemuka shell dan penukar panas
tabung, yang telah merintis penelitian dan pengembangan penukar panas selama
lebih dari enam puluh tahun.Standar TEMA dan perangkat lunak telah mencapai
penerimaan di seluruh dunia sebagai otoritas pada desain shell dan tube penukar
panas mekanik. TEMA adalah organisasi progresif dengan mata ke masa depan.
Anggota pasar sadar dan secara aktif terlibat, pertemuan beberapa kali setahun
untuk mendiskusikan tren terkini dalam desain dan manufaktur.
4.
JIS (Japanese Industrial Standar)
Menentukan
standar yang digunakan untuk kegiatan industri di Jepang. Proses standardisasi
dikoordinasikan oleh Komite Standar Industri Jepang dan dipublikasikan melalui
Jepang Standards Association.
Standar Manajemen
adalah struktur tugas, prosedur kerja, sistem manajemen dan standar kerja dalam
bidang kelembagaan, usaha serta keuangan. Namun pengertian standar manajemen
akan lebih spesifik jika menjadi standar manajemen mutu, untuk mendukung standarisasi
pada setiap mutu produk yang di hasilkan perusahan maka hadirlah Organisasi
Internasional untuk Standarisasi yaitu Internasional Organization for
Standardization (ISO) berperan sebagai badan penetap standar internasional yang
terdiri dari wakil-wakil badan standarisasi nasional setiap negara. ISO
didirikan pada 23 februari 1947, ISO mampu bertindak sebagai organisasi yang
menjembatani dimana konsensus dapat diperoleh pada pemecahan masalah yang
mempertemukan kebutuhan bisnis dan kebutuhan masyarakat. Contoh dari standar
manajemen antara lain sebagai berikut:
1.
ISO 9001 (Manajemen Mutu)
ISO
9001 adalah standar internasional yang diakui dunia untuk sertifikasi Sistem
Manajemen Mutu (SMM) dan bersifat global. SMM menyediakan kerangka kerja bagi
perusahaan dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen
secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan. Sistem ini besifat umum dan
dapat diterapkan untuk berbagai jenis organisasi dan industri. Sistem ini juga
bersifat fleksibel untuk mengarahkan berbagai organisasi dan industri dalam
mencapai efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaannya untuk mencapai kepuasan
pelanggan.
2.
ISO 14001 (Manajemen Lingkungan)
ISO
14001 dipelajari oleh berbagai bidang pendidikan namun tidak “ seumum” ISO 9001
yang banyak ditemui di bidang apa saja. Sistem manajemen ini banyak ditemui
pada bidang teknik lingkungan. Selain itu sistem manajemen ini juga mempunyai
kaitan dengan bidang ergonomi (teknik industri) terutama pada kuliah manajemen
limbah industri. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa bidang lingkungan
hidup atau ekologi dan ergonomi mempunyai hubungan yang cukup kuat.
3.
OHSAS 18001 (Manajemen Kesehatan dan
Keselamatan Kerja)
OHSAS
18001 adalah suatu standard internasional untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja di tempat kerja/perusahaan. Banyak organisasi di berbagai
negaratelah mengadopsi OHSAS 18001 untuk mendorong penerapan keselamatan dan
kesehatan kerja denganmelaksanakan prosedur yang mengharuskan organisasisecara
konsisten mengidentifikasi dan mengendalikan resiko bahayaterhadap keselamatan
dan kesehatan di tempat kerja; serta memperbaiki kinerja dan citra perusahaan.
4.
Total Quality MANAGEMENT (TQM)
TQM
(Manajemen Produksi) mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi organisasi
keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM menekankan komitmen
manajemen untuk mendapatkan arahan perusahaan yang ingin terus meraih
keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa penting bagi pelanggan. Ada
beberapa elemen bahwa sesuatu dikatakan berkualitas yaitu: kualitas meliputi
usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan; kualitas mencakup produk, jasa,
manusia, proses, dan lingkungan; kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah
(apa yang dianggap berkualitas saat ini mungkin dianggap kurang berkualitas
pada saat yang lain); serta kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang
berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi
atau melebihi harapan.
5.
ISO 31000:2009 (Manajemen Risiko)
ISO
31000:2009 merupakan pedoman standar, instruksi, dan tuntutan bagi sebuah
organisasi untuk membangun sebuah pondasi dan kerangka kerja bagi suatu program
manajemen risiko. Pondasi tersebut meliputi aturan, tujuan, dan komitmen untuk
membangun suatu program manajemen risiko yang komprehensif. Kerangka kerja
meliputi perencanaan, akuntabilitas dari para karyawan, proses dan aktivitas
yang digunakan untuk mengelola risiko dalam kinerja perusahaan. Tujuan dari
standarisasi ini adalah untuk menyediakan prinsip-prinsip dan acuan dari program
manajemen risiko kepada organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar