NAMA : Aldi Perdana
Ibrahim
NPM :
30415465
KELAS : 4ID05
BIDANG INDUSTRI
Industri adalah
suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi
menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah dan ekonomis dengan
mutu yang tinggi dalam penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan
perekayasaan industri. Dengan demikian, industri merupakan bagian dari proses
produksi. Bahan-bahan industri diambil secara langsung maupun tidak langsung,
kemudian diolah, sehingga menghasilkan barang yang bernilai lebih bagi
masyarakat. Kegiatan proses produksi dalam industri itu disebut dengan
perindustrian.
Suatu Industri
identik dengan tempat dimana berlangsungnya suatu perindustrian yaitu pabrik,
dalam arti luas pabrik adalah tempat manusia, mesin atau teknologi, material,
energi, modal dan sumberdaya dikelola bersama-sama dalam suatu sistem produksi
dengan tujuan menghasilkan suatu produk dan jasa yang efektif, efisien dan aman
yang siap digunakan oleh masyarakat umum maupun dapat diolah lebih lanjut untuk
menghasilkan jenis produk yang lainnya. Bidang industri dibedakan menjadi dua,
yaitu industri barang dan industri jasa yaitu :
1.
Industri barang
Industri barang merupakan usaha mengolah bahan mentah
menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Kegiatan industri ini
menghasilkan berbagai jenis barang, seperti pakaian, sepatu, mobil, sepeda
motor, pupuk, dan obatobatan.
2.
Industri jasa
Industri jasa merupakan adalah industri
yang bergerak dalam bidang pelayanan atau jasa, baik untuk melayani maupun
menunjang aktifitas industri yang lain serta dapat juga memberikan pelayanan
langsung terhadap masyarakat (kosumen). Industri jenis ini biasanya melakukan
aktivitas di dalam suatu gedung (perkantoran).. Contohnya, jasa transportasi
seperti angkutan bus, kereta api, penerbangan, dan pelayaran. Perusahaan jasa
ada juga yang membantu proses produksi. Contohnya, jasa bank dan pergudangan.
Pelayanan jasa ada yang langsung ditujukan kepada para konsumen. Contohnya
asuransi, kesehatan, penjahit, pengacara, salon kecantikan, dan tukang cukur.
Dari definisi tersebut,
istilah industri barang sering disebut sebagai kegiatan manufaktur
(manufacturing). Perbedaan dasar antara kedua jenis industri tersebut,
seperti berikut:
1.
Industri manufaktur memiliki kemungkinan yang kecil
dalam hal kontak langsung dengan konsumen karena aktifitas industri tersebut
lebih banyak dilakukan dalam suatu pabrik sedangkan industri jasa memiliki
pegawai khusus yang bertugas untuk melayani para konsumen.
2.
Industri manufaktur merupakan industri yang mengolah
bahan mentah menjadi bahan jadi sehingga dapat digunakan oleh para konsumen dan
masyarakat umum, sedangkan industri jasa yang menyediakan pelayanan jasa kepada
konsumen yang membutuhkan.
3.
Produk dari industri manufaktur bersifat tahan lama
dan bersifat fisik (memiliki wujud) sedangkan industri jasa tidak berwujud.
4.
Hasil keluaran (produk) dari industri manufaktur dapat
disimpan dengan jangka waktu tertentu sedangkan hasil dari industri jasa hanya
dapat dinikmati.
5.
Jangka waktu kerja industri manufaktur relatif lebih
lama jika dibandingkan dengan industri jasa.
Hubungan antara
industri dengan ekonomi memiliki keterkaitan prinsip Ekonomi memberi kita
keuntungan yaitu dapat memaksimalkan keuntungan dimana mendapatkan hasil yang
sebesar-besarnya, keuntungan lainnya adalah meminimalkan kerugian dimana dengan
pengorbanan yang sekecil-kecilnya. Tujuan dari prinsip ekonomi adalah sebagai
berikut :
1. Mendapatkan keuntungan
yang semaksimal mungkin
2. Memperkecil
adanya kerugian akibat dari kesalahn-kesalahan tertentu
3. Mencegah
terjadinya konsumsi yang boros
4. Mempergunakan
kemampuan dan modal yang dimiliki
Prinsip ekonomi dalam perindustrian
memiliki keterkaitan dalam tiga kegiatan ekonomi yaitu :
1.
Prinsip Ekonomi dalam
Kegiatan Produksi
Prinsip Ekonomi Dalam kegiatan produksi adalah dapat
memaksimalkan keuntungan dimana mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya,
keuntungan kedua adalah meminimalkan kerugian dimana dengan pengorbanan yang
sekecil-kecilnya. Prinsip ekonomi berlaku dalam tiga kegiatan ekonomi yaitu
produksi, distribusi, dan konsumsi. Berikut Contoh Penerapan prinsip ekonomi.
1. Mendirikan
tempat usaha dekat dengan bahan baku, tenaga kerja atau daerah pemasaran
2. Menggunakan
tenaga kerja yang terampil
3. Memakai
bahan baku yang berkualitas terbaik, namun dengan harga paling murah
4. Memakai
sumber daya misalnya modal, tenaga kerja, dan waktu seefisien mungkin.
5. Memakai
mesin modern dengan produktivitas yang tinggi namun dengan biaya yang rendah
6. Menentukan
harga jual yang menguntungkan
7. Menentukan
barang dan jasa yang akan dihasilkan
2.
Prinsip Ekonomi dalam
Kegiatan Distribusi
Dalam kegiatan distribusi adalah penyaluran barang dan
jasa dari produsen ke konsumen. Contoh penerapan prinsip ekonomi berdasarkan
kegiatan distribusi.
a.
Meningkatkan kualitas pelayanan
b.
Penyaluran barang yang tepat waktu
c.
Memakai sarana distribusi yang dengan harga murah
d.
Membeli barang dari produsen secara langsung
e.
Menyediakan barang dan jasa yang populer bagi konsumen
f.
Membeli barang di produsen yang tepat
g.
Menentukan lokasi perusahaan yang berada di antara
produsen dan konsumen
3.
Prinsip Ekonomi dalam
Kegiatan Konsumsi
Dalam kegiatan konsumsi adalah upaya dalam memperoleh
kepuasaan sebesar-besarnya dari sautu barang atau jasa dengan pengorbanan dan
penggunaan anggaran tertentu. Contoh Penerapan prinsip ekonomi berdasarkan
kegiatan konsumsi
a.
Membeli barang yang berkualiatas
b.
Membeli barang dengan harga terjangkau atau murah
c.
Membuat daftar barang yang dibutuhkan
d.
Memilih barang sebelum membelinya
e.
Mengadakan tawar menawar sebelum membeli barang
f.
Mampu mengendalikan pengeluaran dengan memperhatikan
pendapatan kita.
Berbagai jenis industri yang ada di
indonesia diatur berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Indonesia No.19/M/I/1986,
industri di indonesia dibedakan menjadi:
2. Industri
mesin, dan logam dasar: misalnya industri pesawat terbang, kendaraan bermotor,
tekstil, dll
3. Industri
kecil: industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah,
dll
Dari
berbagai jenis industri yang di indonesia, kemudian bedasarkan sifat perusahaannya
industri manufaktur di indonesia diklasifikasikan menjadi 10 yaitu:
1. Berdasarkan
Tempat Bahan Baku
a.
Industri ekstraktif: industri
yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar. Contoh : pertanian,
perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain.
b.
Industri nonekstaktif: industri
yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.
c.
Industri fasilitatif atau
tersier: industri
yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para
konsumennya. Contoh : asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan
lain sebagainya.
2.
Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja
a.
Industri rumah tangga: jumlah
karyawan/tenaga kerja antara 1-4 orang.
b.
Industri kecil: jumlah
karyawan/tenaga kerja antara 5-19 orang.
c.
Industri sedang /industri
menengah: jumlah
karyawan/tenaga kerja antara 20-99 orang.
d.
Industri besar:
jumlah karyawan/tenaga kerja berjumlah 100 orang atau lebih.
3.
Berdasarkan Produk yang dihasilkan
Pada
level atas, industri seringkali dibagi menjadi tiga bagian, yaitu primer
(ekstraktif), sekunder (manufaktur), dan tersier (jasa). Beberapa penulis
menambahkan sektor kuarterner (pengetahuan) atau bahkan sektor kuinari (kultur,
dan penelitian). Seiring berjalannya waktu, perpecahan industri masyarakat pada
masing-masing sektor mengalami perubahan.
1.
Industri
primer, adalah industri yang barang-barang produksinya
bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu. Contohnya adalah
hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.
2.
Industri
sekunder, adalah industri sekunder adalah industri yang
bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali.
Misalnya pemintalan benang sutra, komponen elektronik, daging kaleng, dan
sebagainya.
3.
Industri
tersier, adalah industri yang produk atau barangnya berupa
layanan jasa. Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan,
dan masih banyak lagi yang lainnya.
4.
Industri kuarterner,
adalah industri yang mencakup penelitian pengetahuan, dan teknologi serta
berbagai tugas berlevel tinggi lainnya. Misalnya adalah para peneliti, dokter,
dan pengacara.
5.
Industri kuinari,
beberapa menganggapnya sebagai salah satu cabang sektor kuarterner yang
meliputi level tertinggi pengambilan keputusan dalam masyarakat atau ekonomi.
Sektor ini meliputi eksekutif atau pegawai resmi dalam bidang pemerintahan,
pengetahuan, universitas, non-profit, kesehatan, kultur, dan media.
4.
Berdasarkan bahan mentah
Proses
pengolahan dari bahan mentah, bahan setengah jadi dan kemudian manjadi barang
jadi. Berdasarkan bahan mentah yang digunakan, Industri diklasifikasikan
menjadi beberapa macam, yaitu:
1.
Industri pertanian, merupakan industri yang mengolah
bahan mentah yang diperoleh dari hasil kegiatan pertanaian. Artinya industri
pertanian adalah industri yang mengolah bahan bahan hasil pertanian. Beberapa
contoh dari industri ini antara lain industri minyak goreng, industri gula,
industri kopi, industri teh dan juga industri makanan atau minuman. Oleh karena
bahan baku pertanian ini mengambil langsung dari alam, maka industri ini
termasuk dalam kategori ekstraktif, yakni kegiatan yang mengambil langsung dari
alam.
2.
Industri pertambangan, merupakan industri yang
mengolah bahan mentah yang berasal dari barang- barang pertambangan. Dengan
kata lain, industri pertambangan ini merupakan industri yang mengolah bahan
pertambangan menjadi barang- barang yang siap dikonsumsi. Beberapa contoh
industri pertambangan antara lain adalah industri semen, industri baja,
industri bahan bakar minyak, industri serat sintetis, dan lain sebagainya.
3.
Industri jasa, merupakan industri yang mengolah jasa
layanan yang dapat mempermudah dan juga meringankan beban masyarakat, namun
juga bisa menghasilkan keuntungan. Ada banyak sekali industri jasa yang ada di
sekitar kita, antara lain industri perbankan, industri perdagangan, industri
pariwisata, industri seni dan hiburan, hingga industri transportasi. Industri-
industri ini sangat membantu manusia dalam berbagai bidang. Manusia sangat
terbantu dengan adanya industri jasa karena dapat memudahkan pekerjaan manusia.
5.
Penggolongan
industri berdasakan pemilihan lokasi
Penggolongan ini didasari dengan kriteria pemilihan
tempat dalam membangun pabrik
1.
Industri yang berorientasi atau
menitikberatkan pada pasar (market oriented industry), yaitu industri
yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini
akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat
ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.
2. Industri
yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja (man power oriented
industry), aAdalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman
penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja /
pegawai untuk lebih efektif, dan efisien.
3. Industri
yang berorientasi atau menitik beratkan pada bahan baku (supply oriented
industry), yaitu jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku
berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.
4.
Industri yang tidak terkait oleh
persyaratan yang lain, yaitu industri yang didirikan tidak terkait oleh
syarat-syarat di atas. Industri ini dapat didirikan di mana saja, karena bahan
baku, tenaga kerja, dan pasarnya sangat luas serta dapat ditemukan di mana
saja. Misalnya : Industri elektronik, Industri
otomotif, dan industri transportasi.
6.
Klasifikasi
Industri berdasarkan Proses Produksi
Penggolongan ini didasari dengan kriteria dalam
memproses produknya
1. Industri Hulu,
yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah
menjadi barang setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan
baku untuk kegiatan industri yang lain. Misalnya : Industri kayu lapis,
industri alumunium, industri pemintalan, dan industri baja.
2.
Industri Hilir,
yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga
barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh konsumen,
misalnya: Industri pesawat terbang, industri konveksi, industri otomotif, dan
industri meubel.
7.
Berdasarkan barang yang dihasilkan
Merupakan industri adalah
pengolahan dari barang mentah, barang setengah jadi hingga barang jadi. Hasil industri
merupakan barang yang siap diambil manfaatnya atau dikonsumsi oleh konsumen
secara langsung. Nah, berdasarkan barang yang dihasilkan, industri dibedakan
menjadi dua macam, yaitu:
1.
Industri berat, merupakan jenis industri
yang menghasilkan mesin- mesin maupun alat- alat yang digunakan untuk produksi
lainnya. Jadi, industri berat ini merupakan industri yang barang yang
dihasilkannya bisa digunakan sebagai faktor produksi. Beberapa industri yang
masuk dalam industri berat ini antara lain industri alat- alat berat, industri
mesin serta industri percetakan.
2.
Industri ringan, merupakan industri yang
menghasilkan barang- barang yang siap dikonsumsi. Beberapa industri yang
termasuk dalam industri ini antara lain adalah industri makanan, industri
minuman serta industri obat- obatan.
8.
Jenis
industri berdasarkan modal
Penggolongan
ini bedasarkan modal yang dikeluarkan perusahaan dalam membangun pabrik.
1.
Industri padat
modal, yaitu industri yang dibangun dengan modal yang
jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya.
2.
Industri padat
karya, yaitu industri yang lebih dititik beratkan pada
sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta
pengoperasiannya.
9.
Berdasarkan objek pengelola
Merupakan usaha yang dilakukan oleh badan maupun
perorangan. Dari segi pengelolanya, industri bisa dijalankan oleh rakyat yang
hidup di suatu negara (pihak swasta), maupun dikelola oleh pihak negara (pihak
pemerintah). Berdasar pada objek pengelolanya, industri ini dibedakan menjadi
dua macam, yakni sebagai berikut:
1. Industri rakyat, merupakan industri yang dikelola sendiri oleh rakyat
atau masyarakat. Karena dikelola oleh rakyat atau masyarakat, maka indutri ini
merupakan milik rakyat sendiri. biasanya industi milik rakyat ini merupakan
industri yang kecil. Namun bukan berarti masyarakat tidak bisa mempunyai
industri yang besar. Beberapa industri rakyat mempunyai skala yang besar.
Contoh industri rakyat antara lain adalah industri makanan ringan, makanan khas
atau barang- barang tradisional, maupun industri kerajinan.
2. Industri negara, merupakan industri yang dikelola dan merupakan
industri milik negara yang lebih kita kenal dengan istila Badan Usaha Miliki
Negara (BUMN). Industri milik negara ini biasanya memproduksi barang- barang
yang dibutuhkan oleh banyak masyarakat dan dalam jumlah yang besar. Beberapa
contoh industri milik negara antara lain industri kerta, industri pupuk,
industri baja, industri pertambangan, industri perminyakan dan industri
transportasi.
10. Berdasarkan cara pengorganisasian
Merupakan salah satu jenis usaha yang dikelola oleh
badan ataupun perorangan. Setiap usaha yang dijalankan, hendaknya diatur
sedemikian rupa agar mempunyai alur serta struktur yang jelas. Maka dari itulah
setiap industri harus dikelola dengan benar dan hati- hati. Salah satu kuncinya
adalah dengan membentuk organisasi bagi industri tersebut. Berdasarkan cara pengorganisasiannya,
industri dibedakan atas beberapa macam yaitu:
1. Industri kecil, merupakan industri yang tidak terlalu besar. Lingkup
atau cakupan industri kecil ini tidak terlalu luas. Industri kecil ini
mempunyai ciri- ciri sebagai berikut:
a. Modal yang
diperlukan relatif kecil.
b. Teknologi
yang digunakan masih sederhana.
c. Karyawan
atau pekerja yang dipekerjaan tidak lebih dari 10 orang, dan kebanyakan dari
mereka berasal dari keluarga atau kerabat atau tetangga.
d. Produk yang
dihasilkan juga masih sederhana.
e. Area
pemasaran masih terbatas (lingkup atau skala lokal)
2. Industri menengah, merupakan industri yang lebih besar daripada
industri kecil, sesuai dengan namanya. Industri menengah merupakan industri
yang memiliki ciri- ciri sebagai berikut:
a. Modal yang
diperlukan relatif besar
b. Sudah
menggunakan teknologi maju, namun jumlahnya masih terbatas
c. Karyawan
atau pekerja antara 10 hingga 20 orang yang dipekerjakan
d. Pekerja yang
diperkerjakan atau karyawan biasanya tidak tetap
e. Memiliki
lokasi pemasaran yang lebih luas atau sudah berskala regional
3. Industri besar, merupakan industri yang mempunyai lingkup lebih
besar dan lebih kuat daripada dua industri yang sebelumnya. Hal ini karena
industri besar mempunyai peranan yang lebih vital pula daripada industri kecil
dan menengah. Industri besar mempunyai ciri- ciri sebagai berikut:
a. Modal yang
diperlukan sangat besar atau sangat banyak
b. Teknologi
canggih dan juga modern
c. Mempunyain
organisasi yang sudah etrtib atau teratur
d. Memiliki
tenaga kerja dalam jumlah yang banyak
e. Kabanyakan
tenaga kerja adalah tenaga kerja yang terampil
f. Memiliki
lingkup atau skala pemasaran nasional maupun internasional
g. Biasanya
mempuroduksi produk- produk yang besar dan dibutuhkan oleh banyak orang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar