Senin, 21 Januari 2019


NAMA        : Aldi Perdana Ibrahim
NPM           : 30415465
KELAS        : 4ID05

BIDANG INDUSTRI


Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah dan ekonomis dengan mutu yang tinggi dalam penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Dengan demikian, industri merupakan bagian dari proses produksi. Bahan-bahan industri diambil secara langsung maupun tidak langsung, kemudian diolah, sehingga menghasilkan barang yang bernilai lebih bagi masyarakat. Kegiatan proses produksi dalam industri itu disebut dengan perindustrian.
Suatu Industri identik dengan tempat dimana berlangsungnya suatu perindustrian yaitu pabrik, dalam arti luas pabrik adalah tempat manusia, mesin atau teknologi, material, energi, modal dan sumberdaya dikelola bersama-sama dalam suatu sistem produksi dengan tujuan menghasilkan suatu produk dan jasa yang efektif, efisien dan aman yang siap digunakan oleh masyarakat umum maupun dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan jenis produk yang lainnya. Bidang industri dibedakan menjadi dua, yaitu industri barang dan industri jasa yaitu :
1.    Industri barang
Industri barang merupakan usaha mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Kegiatan industri ini menghasilkan berbagai jenis barang, seperti pakaian, sepatu, mobil, sepeda motor, pupuk, dan obatobatan.
2.    Industri jasa
Industri jasa merupakan adalah industri yang bergerak dalam bidang pelayanan atau jasa, baik untuk melayani maupun menunjang aktifitas industri yang lain serta dapat juga memberikan pelayanan langsung terhadap masyarakat (kosumen). Industri jenis ini biasanya melakukan aktivitas di dalam suatu gedung (perkantoran).. Contohnya, jasa transportasi seperti angkutan bus, kereta api, penerbangan, dan pelayaran. Perusahaan jasa ada juga yang membantu proses produksi. Contohnya, jasa bank dan pergudangan. Pelayanan jasa ada yang langsung ditujukan kepada para konsumen. Contohnya asuransi, kesehatan, penjahit, pengacara, salon kecantikan, dan tukang cukur.
Dari definisi tersebut, istilah industri barang sering disebut sebagai kegiatan manufaktur (manufacturing). Perbedaan dasar antara kedua jenis industri tersebut, seperti berikut:
1.     Industri manufaktur memiliki kemungkinan yang kecil dalam hal kontak langsung dengan konsumen karena aktifitas industri tersebut lebih banyak dilakukan dalam suatu pabrik sedangkan industri jasa memiliki pegawai khusus yang bertugas untuk melayani para konsumen.
2.     Industri manufaktur merupakan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi sehingga dapat digunakan oleh para konsumen dan masyarakat umum, sedangkan industri jasa yang menyediakan pelayanan jasa kepada konsumen yang membutuhkan.
3.     Produk dari industri manufaktur bersifat tahan lama dan bersifat fisik (memiliki wujud) sedangkan industri jasa tidak berwujud.
4.     Hasil keluaran (produk) dari industri manufaktur dapat disimpan dengan jangka waktu tertentu sedangkan hasil dari industri jasa hanya dapat dinikmati.
5.     Jangka waktu kerja industri manufaktur relatif lebih lama jika dibandingkan dengan industri jasa.
Hubungan antara industri dengan ekonomi memiliki keterkaitan prinsip Ekonomi memberi kita keuntungan yaitu dapat memaksimalkan keuntungan dimana mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya, keuntungan lainnya adalah meminimalkan kerugian dimana dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya. Tujuan dari prinsip ekonomi adalah sebagai berikut :
1.     Mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin
2.     Memperkecil adanya kerugian akibat dari kesalahn-kesalahan tertentu
3.     Mencegah terjadinya konsumsi yang boros
4.     Mempergunakan kemampuan dan modal yang dimiliki
Prinsip ekonomi dalam perindustrian memiliki keterkaitan dalam tiga kegiatan ekonomi yaitu :
1.    Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi
Prinsip Ekonomi Dalam kegiatan produksi adalah dapat memaksimalkan keuntungan dimana mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya, keuntungan kedua adalah meminimalkan kerugian dimana dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya. Prinsip ekonomi berlaku dalam tiga kegiatan ekonomi yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Berikut Contoh Penerapan prinsip ekonomi.
1.    Mendirikan tempat usaha dekat dengan bahan baku, tenaga kerja atau daerah pemasaran
2.    Menggunakan tenaga kerja yang terampil
3.    Memakai bahan baku yang berkualitas terbaik, namun dengan harga paling murah
4.    Memakai sumber daya misalnya modal, tenaga kerja, dan waktu seefisien mungkin.
5.    Memakai mesin modern dengan produktivitas yang tinggi namun dengan biaya yang rendah
6.    Menentukan harga jual yang menguntungkan
7.    Menentukan barang dan jasa yang akan dihasilkan
2.    Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Distribusi
Dalam kegiatan distribusi adalah penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Contoh penerapan prinsip ekonomi berdasarkan kegiatan distribusi.
a.    Meningkatkan kualitas pelayanan
b.    Penyaluran barang yang tepat waktu
c.     Memakai sarana distribusi yang dengan harga murah
d.    Membeli barang dari produsen secara langsung
e.     Menyediakan barang dan jasa yang populer bagi konsumen
f.     Membeli barang di produsen yang tepat
g.     Menentukan lokasi perusahaan yang berada di antara produsen dan konsumen
3.    Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Konsumsi
Dalam kegiatan konsumsi adalah upaya dalam memperoleh kepuasaan sebesar-besarnya dari sautu barang atau jasa dengan pengorbanan dan penggunaan anggaran tertentu. Contoh Penerapan prinsip ekonomi berdasarkan kegiatan konsumsi
a.    Membeli barang yang berkualiatas
b.    Membeli barang dengan harga terjangkau atau murah
c.     Membuat daftar barang yang dibutuhkan
d.    Memilih barang sebelum membelinya
e.     Mengadakan tawar menawar sebelum membeli barang
f.     Mampu mengendalikan pengeluaran dengan memperhatikan pendapatan kita.
Berbagai jenis industri yang ada di indonesia diatur berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Indonesia No.19/M/I/1986, industri di indonesia  dibedakan menjadi:
1.    Industri kimia dasar: misalnya industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb
2.    Industri mesin, dan logam dasar: misalnya industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll
3.    Industri kecil: industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll
4.    Aneka industri: industri pakaian, industri makanan, dan minuman, dan lain-lain.
Dari berbagai jenis industri yang di indonesia, kemudian bedasarkan sifat perusahaannya industri manufaktur di indonesia diklasifikasikan menjadi 10 yaitu:
1.    Berdasarkan Tempat Bahan Baku
a.    Industri ekstraktif: industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar. Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain.
b.    Industri nonekstaktif: industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.
c.    Industri fasilitatif atau tersier:  industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya. Contoh : asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.
2.    Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja
a.    Industri rumah tangga: jumlah karyawan/tenaga kerja antara 1-4 orang.
b.    Industri kecil: jumlah karyawan/tenaga kerja antara 5-19 orang.
c.    Industri sedang /industri menengah: jumlah karyawan/tenaga kerja antara 20-99 orang.
d.   Industri besar:  jumlah karyawan/tenaga kerja berjumlah 100 orang atau lebih.
3.    Berdasarkan Produk yang dihasilkan
Pada level atas, industri seringkali dibagi menjadi tiga bagian, yaitu primer (ekstraktif), sekunder (manufaktur), dan tersier (jasa). Beberapa penulis menambahkan sektor kuarterner (pengetahuan) atau bahkan sektor kuinari (kultur, dan penelitian). Seiring berjalannya waktu, perpecahan industri masyarakat pada masing-masing sektor mengalami perubahan.
1.   Industri primer, adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu. Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.
2.   Industri sekunder, adalah industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali. Misalnya pemintalan benang sutra, komponen elektronik, daging kaleng, dan sebagainya.
3.   Industri tersier, adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa. Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.
4.   Industri kuarterner, adalah industri yang mencakup penelitian pengetahuan, dan teknologi serta berbagai tugas berlevel tinggi lainnya. Misalnya adalah para peneliti, dokter, dan pengacara.
5.   Industri kuinari, beberapa menganggapnya sebagai salah satu cabang sektor kuarterner yang meliputi level tertinggi pengambilan keputusan dalam masyarakat atau ekonomi. Sektor ini meliputi eksekutif atau pegawai resmi dalam bidang pemerintahan, pengetahuan, universitas, non-profit, kesehatan, kultur, dan media.
4.    Berdasarkan bahan mentah
Proses pengolahan dari bahan mentah, bahan setengah jadi dan kemudian manjadi barang jadi. Berdasarkan bahan mentah yang digunakan, Industri diklasifikasikan menjadi beberapa macam, yaitu:
1.   Industri pertanian, merupakan industri yang mengolah bahan mentah yang diperoleh dari hasil kegiatan pertanaian. Artinya industri pertanian adalah industri yang mengolah bahan bahan hasil pertanian. Beberapa contoh dari industri ini antara lain industri minyak goreng, industri gula, industri kopi, industri teh dan juga industri makanan atau minuman. Oleh karena bahan baku pertanian ini mengambil langsung dari alam, maka industri ini termasuk dalam kategori ekstraktif, yakni kegiatan yang mengambil langsung dari alam.
2.   Industri pertambangan, merupakan industri yang mengolah bahan mentah yang berasal dari barang- barang pertambangan. Dengan kata lain, industri pertambangan ini merupakan industri yang mengolah bahan pertambangan menjadi barang- barang yang siap dikonsumsi. Beberapa contoh industri pertambangan antara lain adalah industri semen, industri baja, industri bahan bakar minyak, industri serat sintetis, dan lain sebagainya.
3.   Industri jasa, merupakan industri yang mengolah jasa layanan yang dapat mempermudah dan juga meringankan beban masyarakat, namun juga bisa menghasilkan keuntungan. Ada banyak sekali industri jasa yang ada di sekitar kita, antara lain industri perbankan, industri perdagangan, industri pariwisata, industri seni dan hiburan, hingga industri transportasi. Industri- industri ini sangat membantu manusia dalam berbagai bidang. Manusia sangat terbantu dengan adanya industri jasa karena dapat memudahkan pekerjaan manusia.
5.    Penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi
Penggolongan ini didasari dengan kriteria pemilihan tempat dalam membangun pabrik
1.   Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry), yaitu industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.
2.   Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja (man power oriented industry), aAdalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif, dan efisien.
3.   Industri yang berorientasi atau menitik beratkan pada bahan baku (supply oriented industry), yaitu jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.
4.   Industri yang tidak terkait oleh persyaratan yang lain, yaitu industri yang didirikan tidak terkait oleh syarat-syarat di atas. Industri ini dapat didirikan di mana saja, karena bahan baku, tenaga kerja, dan pasarnya sangat luas serta dapat ditemukan di mana saja. Misalnya : Industri elektronik, Industri otomotif, dan industri transportasi.
6.    Klasifikasi Industri berdasarkan Proses Produksi
Penggolongan ini didasari dengan kriteria dalam memproses produknya
1.    Industri Hulu, yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku untuk kegiatan industri yang lain. Misalnya : Industri kayu lapis, industri alumunium, industri pemintalan, dan industri baja.
2.    Industri Hilir, yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh konsumen, misalnya: Industri pesawat terbang, industri konveksi, industri otomotif, dan industri meubel.
7.    Berdasarkan barang yang dihasilkan
Merupakan industri adalah pengolahan dari barang mentah, barang setengah jadi hingga barang jadi. Hasil industri merupakan barang yang siap diambil manfaatnya atau dikonsumsi oleh konsumen secara langsung. Nah, berdasarkan barang yang dihasilkan, industri dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1.   Industri berat, merupakan jenis industri yang menghasilkan mesin- mesin maupun alat- alat yang digunakan untuk produksi lainnya. Jadi, industri berat ini merupakan industri yang barang yang dihasilkannya bisa digunakan sebagai faktor produksi. Beberapa industri yang masuk dalam industri berat ini antara lain industri alat- alat berat, industri mesin serta industri percetakan.
2.   Industri ringan, merupakan industri yang menghasilkan barang- barang yang siap dikonsumsi. Beberapa industri yang termasuk dalam industri ini antara lain adalah industri makanan, industri minuman serta industri obat- obatan.
8.    Jenis industri berdasarkan modal
Penggolongan ini bedasarkan modal yang dikeluarkan perusahaan dalam membangun pabrik.
1.   Industri padat modal, yaitu industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya.
2.   Industri padat karya, yaitu industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.
9.    Berdasarkan objek pengelola
Merupakan usaha yang dilakukan oleh badan maupun perorangan. Dari segi pengelolanya, industri bisa dijalankan oleh rakyat yang hidup di suatu negara (pihak swasta), maupun dikelola oleh pihak negara (pihak pemerintah). Berdasar pada objek pengelolanya, industri ini dibedakan menjadi dua macam, yakni sebagai berikut:
1.   Industri rakyat, merupakan industri yang dikelola sendiri oleh rakyat atau masyarakat. Karena dikelola oleh rakyat atau masyarakat, maka indutri ini merupakan milik rakyat sendiri. biasanya industi milik rakyat ini merupakan industri yang kecil. Namun bukan berarti masyarakat tidak bisa mempunyai industri yang besar. Beberapa industri rakyat mempunyai skala yang besar. Contoh industri rakyat antara lain adalah industri makanan ringan, makanan khas atau barang- barang tradisional, maupun industri kerajinan.
2.   Industri negara, merupakan industri yang dikelola dan merupakan industri milik negara yang lebih kita kenal dengan istila Badan Usaha Miliki Negara (BUMN). Industri milik negara ini biasanya memproduksi barang- barang yang dibutuhkan oleh banyak masyarakat dan dalam jumlah yang besar. Beberapa contoh industri milik negara antara lain industri kerta, industri pupuk, industri baja, industri pertambangan, industri perminyakan dan industri transportasi.
10.     Berdasarkan cara pengorganisasian
Merupakan salah satu jenis usaha yang dikelola oleh badan ataupun perorangan. Setiap usaha yang dijalankan, hendaknya diatur sedemikian rupa agar mempunyai alur serta struktur yang jelas. Maka dari itulah setiap industri harus dikelola dengan benar dan hati- hati. Salah satu kuncinya adalah dengan membentuk organisasi bagi industri tersebut. Berdasarkan cara pengorganisasiannya, industri dibedakan atas beberapa macam yaitu:
1.   Industri kecil, merupakan industri yang tidak terlalu besar. Lingkup atau cakupan industri kecil ini tidak terlalu luas. Industri kecil ini mempunyai ciri- ciri sebagai berikut:
a.       Modal yang diperlukan relatif kecil.
b.      Teknologi yang digunakan masih sederhana.
c.       Karyawan atau pekerja yang dipekerjaan tidak lebih dari 10 orang, dan kebanyakan dari mereka berasal dari keluarga atau kerabat atau tetangga.
d.      Produk yang dihasilkan juga masih sederhana.
e.       Area pemasaran masih terbatas (lingkup atau skala lokal)
2.   Industri menengah, merupakan industri yang lebih besar daripada industri kecil, sesuai dengan namanya. Industri menengah merupakan industri yang memiliki ciri- ciri sebagai berikut:
a.     Modal yang diperlukan relatif besar
b.     Sudah menggunakan teknologi maju, namun jumlahnya masih terbatas
c.     Karyawan atau pekerja antara 10 hingga 20 orang yang dipekerjakan
d.     Pekerja yang diperkerjakan atau karyawan biasanya tidak tetap
e.     Memiliki lokasi pemasaran yang lebih luas atau sudah berskala regional

3.   Industri besar, merupakan industri yang mempunyai lingkup lebih besar dan lebih kuat daripada dua industri yang sebelumnya. Hal ini karena industri besar mempunyai peranan yang lebih vital pula daripada industri kecil dan menengah. Industri besar mempunyai ciri- ciri sebagai berikut:
a.     Modal yang diperlukan sangat besar atau sangat banyak
b.     Teknologi canggih dan juga modern
c.     Mempunyain organisasi yang sudah etrtib atau teratur
d.     Memiliki tenaga kerja dalam jumlah yang banyak
e.     Kabanyakan tenaga kerja adalah tenaga kerja yang terampil
f.      Memiliki lingkup atau skala pemasaran nasional maupun internasional
g.     Biasanya mempuroduksi produk- produk yang besar dan dibutuhkan oleh banyak orang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar