Minggu, 21 Oktober 2018


NAMA        : Aldi Perdana Ibrahim
NPM           : 30415465
KELAS        : 4ID05


ETIKA PROFESI

Pengertian Etika Frans Magnis Suseno (1987) etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, etika adalah  Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral. Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak suatu nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat.
Etika Standar yang menentukan apakah suatu perbuatan baik atau buruk. Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Menurut Martin [1993], etika didefinisikan sebagai “the discipline which can act as the performance index or reference for our control system”. Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”,
Etika (ethics) berarti moral dan etiket (etiquette) berarti sopan santun. Persamaan antara etika dengan etiket yaitu: • Etika dan etiket yaitu menyangkut perilaku manusia. Istilah tersebut dipakai mengenai manusia, tidak mengenai binatang karena binatang tidak mengenal etika maupun etiket. Etika dan Etiket kedua-duanya mengatur perilaku manusia secara normatif artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Perbedaan antara etika dengan etiket yaitu:
Etika
Etiket
Menetapkan norma perbuatan, apakah boleh dilakukan atau tidak.
Menetapkan cara melakukan perbuatan, menunjukkan cara yang tepat, baik, dan benar.
Berlaku tidak bergantung pada ada atau tidaknya orang lain.
Berlaku hanya dalam pergaulan, jika tidak ada orang maka etiket tidak berlaku.
Bersifat absolut, tidak dapat ditawar-tawar, misal jangan mencuri.
Bersifat relatif, dianggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan yang dapat dianggap dalam kebuadayaan lain.
Memandang manusia dari segi dalam (batiniah).
Memandang manusia dari segi luar (lahiriah).

Faktor yang mempengaruhi pelanggaran Etika yaitu:
1.      Kebutuhan Individu seperti Korupsi sebagai alasan ekonomi
2.      Tidak ada pedoman atau tidak jelas, sehingga tak ada panduan
3.      Perilaku dan kebiasaan individu Kebiasaan yang terakumulasi tak dikoreksi
4.      Lingkungan tidak etis Pengaruh dari komunitas
5.      Perilaku orang yang ditiru
Pelanggaran tersebut diberikan sebuah Sanksi Pelanggaran Etika, sanksi tersebut dibagi menjadi 2, yaitu :
1.      Sanksi Sosial Skala relatif kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan”.
2.      Sanksi Hukum Skala besar, merugikan hak pihak lain. Hukum Pidana menempati prioritas utama, diikuti oleh hukum Perdata.

Hubungan anatar Etika & Teknologi seperti yang terjadi pada zaman sekarang sangat-sangat berpengaruh. Teknologi sendiri adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia untuk memudahkan pekerjaannya. Kehadiran teknologi membuat manusia “kehilangan” beberapa sense of human yang alami.(otomatiasi mesin sehingga refleks/ kewaspadaan melambat) Cara orang berkomunikasi, by email or by surat, membawa perubahan signifikan, emosi (“touch”) yang semakin tumpul karena jarak dan waktu semakin bias dalam Teknologi Informasi.
Dari berbagi macam etika, etika sendiri diklasifikasi sebagai gambar berikut :
Dari sistematika di atas, kita dapat melihat bahwa ETIKA PROFESI merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. ETIKA UMUM, mengajarkan tentang kondisi-kondisi & dasar-dasar bagaimana seharusnya manusia bertindak secara etis, bagaimana pula manusia bersikap etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolok ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat pula dianalogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori etika. ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan. Penerapan ini bisa berwujud, bagaimana seseorang bersikap dan bertindak dalam kehidupannya dan kegiatan profesi khusus yang dilandasi dengan etika moral. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud Bagaimana manusia bersikap atau melakukan tindakan dalam kehidupan terhadap sesama. ETIKA KHUSUS, dibagi menjadi 2, yaitu:
1.      Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
2.      Etika sosial, yaitu mengenai sikap dan kewajiban, serta pola perilaku manusia sebagai anggota bermasyarakat. Etika sosial dibagi menjadi:
a)      Sikap terhadap sesama
b)      Etika keluarga
c)      Etika profesi seperti misalnya etika untuk dokumentalis, pialang informasi
d)     Etika politik
e)      Etika lingkungan hidup
f)       Kritik ideologi.
Fungsi Etika sendiri Menurut Bertens, (1994) Kata etika bisa dipakai dalam arti nilai-nilai dan normanorma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang/suatu kelompok masyarakat dalam mengatur perilakunya. Etika berarti kumpulan asas atau nilai moral, yang dimaksud disini adalah kode etik. Etika mempunyai arti lagi yaitu ilmu tentang yang baik atau yang buruk. Etika disini sama artinya dengan filsafat moral.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar